Rabu, 06 Februari 2008

cerita untuk fina ( sebuah refleksi )

"barangsiapa yang berbakti kepada kedua orang tua
maka berbahagialah ia dan Allah akan
menambahkan kebahagiaan dalam hidupnya "
( HR. Abu Ya'la dan Tabrani )"
1.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
mendung kelam kini berlalu
cahaya kecil menyinari sukma
memberikan secercah harapan
akan sebuah kehidupan baru
2.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
diujung sebuah penantian panjang
di antara himpitan waktu yang kian mencekik
di bawah payung keraguan
adakah ketidak pastian menjadi pasti ?
akankah harapan menjadi kenyataan ?
3.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
dalam batas kesadaran
merintih...menangis...pedih
terdengar nyanyian kepedihan
indah...walau terasa memilukan
sebuah harapan tentang kehidupan
diantara tetesan darah pengorbanan
4.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
angin meniup dedaunan kering
sebuah penantian panjang
pengorbanan...antara hidup dan mati
perjuangan mempertaruhkan nyawa
hanya demi sebuah kehidupan
belahan hati, belahan jiwa, sang buah hati
5.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
tergolek tanpa daya
menahan sebuah kepedihan
menyelimuti kepiluan dengan kasih sayang
tiada yang lebih indah dari pengorbanan dan cinta ... ibu
6.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
senyum bahagia di antara kerut wajah
tetesan peluh dan air mata suka cita
sebuah tangisan dari bibir mungil
Allahu Akbar...
Engkau telah berikan kehidupan baru
7.
hari ini tujuh belas tahun yhang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
kebahagiaan yang tak terperi
menebus kepedihan yang telah dilewati
gadis kecil pembawa harapan
telah berada dalam dekapan
menangis...tertawa...suka cita...bahagia
Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim
Kau telah tunjukkan kuasa-Mu
8.
hari ini tujuh belas tahun lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
tetesan-tetesan air kehidupan
menghiasi bibir kecilmu
gembiramu adalah bahagianya
lukamu adalah deritanya
tangis dan tawamu
menjadi hari-hari indahnya
9.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
dalam hangat peluknya
engkau selalu terlelap
dalam indah buaian lembutnya
engkau selalu tersenyum
10.
hari ini tujuh belas tahun yang lalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
gadis kecilnya mulai tumbuh
hari demi hari telah berlalu
dalam belaian kasih sayangnya
berjalan mewujudkan asa dan cita
harapan akan sebuah kehidupan
11.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
tak ada yang berubah !
kau tetap gadis kecilnya yang dahulu
kasih sayangnya mengikuti kemana langkahmu
telah tergores tinta kehidupan
catatan-catatan panjang sebuah perjalanan
dalam buaian kasihnya yang damai
12.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
sebuah jalan kehidupan telah dilalui
tertatih-tatih mendaki jalan terjal
tetes-tetes peluh dan harapan
melepaskan nafas kehidupan
menyinari kabut kelam dengan cahaya hati
ridhoillahi fi ridhoal walidaini
wa sukhthullahi fi skhthil walidaini
ridho dan murka Allah berawal darinya
13.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seoran gwanita yang kau sebut ibu
ingatkah saat ragamu tak berdaya
ibu...ia telah menjadi penopangmu
ingatkah saat jiwamu merana
ibu...dalam peluknya bahagiamu
ia kan menjadi tempat tuk mengadu
ia kan menjadi tempat tuk kembali
14.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
adakah yang berubah ? kau? dia?
keetika ia lemah tak berdaya
sudahkah kau menjadi penopangnya
ketika jiwanya pedih dan merana
sudahkah kau menjadi tempat bersandar
biarkan ia melepas kepenatan
biarkan ia melepas kedukaan
biarkan ia melepas tangisan
dalam pelukan gadis kecilnya itu
gadis kecil yang telah tumbuh dewasa
15.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
dalam lubuk hatinya yang terdalam
dalam nuraninya yang penuh kasih sayang
biarlah bahagia menemanimu
biarkan kepedihan ia nikmati
takkan pernah ia biarkan luka menggores hatimu
16.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
diatas sajadah usang ia menangis
mengharap ridho sang maha sempurna
doa dan harapan mengiringi lambaian tangan
dalam kerut garis wajahnya yang mulai renta
ibu...ia gantunkan sebuah harapan
buah hati yang menjadi belahan jiwa
hidup mulia di jalan kebenaran
menebarkan bunga-bunga keindahan
17.
hari ini tujuh belas tahun telah berlalu
seorang wanita yang kau sebut ibu
ingatlah yang telah kau goreskan
luka...? bahagia...? duka lara...?
adakah yang berubah?
gadis kecil tetap dalam peluknya
ibu...mampukah pengorbananmu terbalas
ampunilah segala salah dan lupa
tujuh belas tahun telah berlalu
al jannatu tahta aqdamil ummahaati
ibu...surga ada dibawah telapak kakimu
tanpamu takkan mampu aku menggapainya